C h a l w a n k a

Ethnic Music of Andes Mountain (South America)

Kamis, 21 April 2011

Satu Jam Lebih Dekat Bersama Pacha Chalwanka

Setelah dapat kabar dari FB bahwa Pacha akan tampil di Mal Paris van Java (PvJ) Bandung, Minggu, 01 Mei 2011 penulis (Hendry Filcozwei Jan) menyempatkan diri mampir ke sana. 
 
Penulis beli album Pacha bertitel Love Song yang berisi 13 lagu, lalu minta tanda tangan, dan tak lupa foto bersama. 

Untuk melengkapi blog yang penulis buat ini, penulis mewawancarai Pacha, sang pendiri Chalwanka untuk Anda semua. Tanpa alat rekam maupun catatan, berikut petikan wawancara dengan musisi asal Peru ini (seingat penulis saja, semoga tak ada yang keliru). Percakapannya mungkin tidak persis seperti itu, tapi yang terpenting inti pembicaraannya.

Selamat malam Mas Pacha...
Malam.

Saya Hendry yang kemarin mengirim pesan ke inbox. 
Oh ya, terima kasih. Maaf belum sempat balas.

Tidak apa, saya maklum. Mas Pacha, saya mau tanya-tanya sedikit. Boleh?
Silakan.

Chalwanka itu sebenarnya solo, duo, trio, atau....?
Chalwanka itu saya. Bisa duo seperti dulu bareng Yauri, atau bareng Gatot Alindo, trio bersama Lucho (Chili), Luis (Spanyol).

Mas Pacha sudah berapa lama di Indonesia? 
Sudah sekitar 4 tahun.

Wow, pantas bahasa Indonesia-nya sudah lancar. Apakah akan menetap selamanya di Indonesia dan jadi warga negara Indonesia?
Belum tau.

Mas Pacha menguasai banyak bahasa ya?
Bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, Indonesia. Juga Jepang.

Sebelum di Indonesia, sudah perform di negara mana saja?
Di Brazil, Eropa (Italia, Spanyol,...), dan di Asia saya main di Jepang sebelum ke Indonesia. 

Saya mau beli album Mas Pacha, nanti saya minta tanda tangan dan foto bersama ya?
Oh, boleh saja.

Penulis beli album Love Song, lalu minta tanda tangan dan foto bersama. Maaf, saya harus siap-siap untuk perform.
Oke, silakan.

Penulis pun menikmati alunan suara tiupan zampoñas dan quenas yang eksotis. Mas Pacha membawakan beberapa lagu di antaranya: Everything I Do (I Do It For You) yang dipopulerkan oleh Bryan Adam, My Way, dan Imagine (The Beatles).

Ketika mulai perform, sekitar panggung yang semula sepi, mulai dipadati pengunjung. Banyak juga yang berkerumun di meja penjualan CD album Chalwanka yang dijaga 3 cewek cantik. Beberapa pengunjung juga membeli CD Chalwanka, minta tanda tangan, dan foto bersama.  Selain CD, ternyata juga ada macam-macam kerajinan khas dari Peru. Tampaknya Pacha memang ingin memperkenalkan budaya dari pegunungan Andes. Pacha layak disebut "duta budaya" Peru.

Suara zampoñas dan quenas, alat musik dari bambu ini memang begitu menghipnotis dan mudah diterima telinga pendengarnya. Banyak pengunjung yang kebetulan lewat langsung berhenti. Beberapa di antaranya malah minta CD Chalwanka yang berisi lagu yang sedang dimainkan Pacha. 

Sekedar info, tidak semua lagu yang dimainkan Pacha secara live ada di album. Ada yang memang belum direkam. Dan rencananya, dalam waktu dekat Mas Pacha akan rekaman album ke-6, Anda bisa mengusulkan lagu apa saja yang akan ditampilkan di album ke-6 ini dengan menuliskan pesan di Facebook.yang ingin lihat apa saja lagu yang sudah ada di ke-5 album Pacha, silakan klik: Album Musik Chalwanka

Penulis merekam aksi Pacha yang memainkan Right Here Waiting (Richard Marx) dan Everything I Do, I Do It For You (Bryan Adam) dan akan di-upload ke YouTube.

Selesai Mas Pacha perform, kami mengobrol lagi.

Mas Pacha online-nya selalu menjelang pagi ya? Saya lihat balasan atau update status FB-nya sekitar pukul 03.00 atau 04.00 dini hari.
Ya, biasanya begitu. Sempatnya cuma itu.

Jadwal minggu depan, akan tampil di mana?
Belum tau.

Biasanya Mas Pacha tampil 3 hari (Jumat, Sabtu, Minggu). Hari ini hanya 1 hari, Minggu saja?
Ya, hanya hari ini. 

Selain tampil dari mal ke mal, main di mana lagi?
Tergantung pesanan. Kemarin di-booking untuk pesta pernikahan.

Mas Pacha bayar atau dibayar untuk tampil di mal-mal?
Pihak perusahaan dan sponsor yang mengurusnya, saya tinggal main saja. 

Kerja sama saling menguntungkan ya?
Ya, Chalwanka diberi tempat untuk tampil dan bisa menjual produk Chalwanka dan mal juga diuntungkan karena pengunjung dapat hiburan.

Di kota mana saja Mas Pacha pernah tampil?
Di Jakarta, Tangerang, Depok, Bandung, dan Tasikmalaya. Nanti akan ke Surabaya.

Selain di pulau Jawa, Mas Pacha pernah ke pulau lain. Sumatera misalnya?
Saya pernah main di Palembang.

Mas Pacha sudah kerja sama dengan banyak musisi (duo, trio). Di Indonesia pernah kerja sama dengan musisi mana saja?
Pernah kolaborasi dengan D'Cinnamons dan group Ungu (wah Pacha ketemu Pasha nih...). Juga dengan Gatot Alindo, dan banyak lagi.

Saya dengar Mas Pacha akan rekaman untuk album ke-6. Materi lagunya sudah ada?  
Sedang dipersiapkan. Saya juga sedang menunggu usulan Chalwanka-Teers lagu apa saja yang akan dimasukkan di album ke-6 ini. 

Saya juga sudah mengajukan usulan 2 lagu: How Can I Tell Her About You (Lobo) dan When I Need You (Julio Iglesias).
Ya, saya sudah baca pesan Hendry. Lagu-lagu yang ada dalam album ini kata Mas Pacha sambil menunjuk album Love Song yang penulis beli, akan direkam ulang dengan format berbeda.Versi akustik. 

Oh ya, bagaimana mengucapkan terima kasih dalam bahasa Spanyol?
Gracias. Kalau terima kasih banyak, muchas gracias.

Oke Mas Pacha. Sudah malam, waktunya pulang. Sampai jumpa di lain kesempatan. Muchas gracias.
Sampai jumpa. Terima kasih...

Pacha sedang meniup zampoñas.

Pacha sedang meniup quenas (sejenis flute).

Pacha sedang meniup quenas-nya yang lain (warna hitam).

Pacha sedang melayani fans yang minta tandatangan-nya di CD album Love Song, 
ketika show di Mal Paris van Java (PvJ), Bandung 01 Mei 2011.

Mas Pacha, Hendry Filcozwei Jan (penulis) bersama putra ke-2 penulis Revata (Ray)

4 komentar:

waktu main di Mall Cinere saya lihat .. amazing brow :)
 
Brsan saya menikmati perform mr Pacha di Cibinong Mall City,dan suami lsg memborong Cd nya 4biji,hehehehe...
 
Khoivin dan Yulia Fatmawati, terima kasih sudah mampir dan berkomentar.


Salam,
Admin
 
Teman sekampung mantan suami. Baik sekali orangnya. Dan dengar alunan musik sambil nyetir bikin hati meleleh.

terima kasih pak hendri
 

Posting Komentar